Perawatan Singkat Excavator Komatsu

Perawatan Singkat Excavator Komatsu

Perawatan Rutin Excavator Komatsu

Untuk menjaga agar kondisi alat berat selalu berada pada kondisi prima, terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh operator sebagai penggunanya. Salah satunya adalah melakukan perawatan rutin. Seperti halnya mobil, kendaraan bermotor ini digunakan rata-rata 5,5 jam/hari oleh orang Indonesia terutama yang tinggal di kota besar dengan mobilitas tinggi. Masa pakai yang tinggi membuat pengguna mobil melakukan perawatan agar mengurangi resiko kerusakan dengan cara memperhatikan penggantian oli, air radiator, dan pemakaian transmisi.

Perawatan Rutin Excavator

Alat berat yang memiliki waktu pengoperasian jauh lebih tinggi dari mobil yaitu sekitar 10 jam/hari, harus melakukan pencegahan agar memperpanjang life time. Guna mencegah terjadinya kerusakan seperti performa turun, pemborosan bahan bakar, serta mesin menjadi cepat panas yang berujung pada kerusakan mesin, kali ini akan mengulas tips and trick perawatan rutin pada produk excavator.

  • Perhatikan kebersihan oli
    Kebersihan oli merupakan hal utama yang harus di perhatikan karena oli kotor akan mempengaruhi beberapa bagian penting seperti filter, mesin, dan juga performa excavator. Selain itu, oli kotor juga dapat berdampak filter menjadi cepat habis, mesin cepat panas serta menyebabkan performa excavator menurun. Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya melakukan penggantian oli secara rutin.
  • Perhatikan level oli
    Untuk merawat level oli hydraulic ataupun oli engine perhatikanlah letak level oli. Jangan biarkan level oli dibawah standard, karena dapat menyebabkan oli menjadi tersendat-sendat (tidak lancar) sehingga membuat excavator tidak berfungsi dengan baik.
  • Mengganti saringan air cleaner ( saringan udara )
    Mengganti saringan air cleaner penting dilakukan agar udara yang masuk selalu bersih agar tidak bercampur dengan debu. Apabila air cleaner kotor maka akan menyebabkan kerusakan pada komponen dan membuat pemborosan solar karena pembakaran yang tidak sempurna.
  • Pastikan fuel filter tertutup dengan kencang ( saringan bahan bakar )
    Apabila fuel filter tidak tertutup dengan rapat dan kencang, dapat mengakibatkan kerusakan pada mesin. Oleh karena itu sangatlah penting di perhatikan agar fuel filter dalam keadaan tertutup dengan rapat dan kencang. Tidak hanya itu, pastikan juga agar selalu membuang air kotor yang dihasilkan dari endapan solar agar filter tersebut tidak penuh.

Informasi perihal beberapa aspek pemeliharaan excavator perlu diperhatikan dan sebaiknya dilakukan oleh operator demi kelangsungan produktivitas alatnya. Selain bagian dari perihal perawatan excavator diatas, terdapat beberapa bagian hal lain yang perlu di rawat secara rutin. Nantikan ulasan Tips and Trick perawatan rutin excavator lainya pada artikel selanjutnya.

Prinsip Kerja Mesin Diesel 2 dan 4 Langkah

Prinsip Kerja Mesin Diesel 2 dan 4 Langkah

Cara Kerja Mesin Diesel

Mesin diesel dikenal juga sebagai mesin dengan torsi yang besar, tak heran banyak kendaraan berat seperti truk atau bus yang menggunakan jenis mesin diesel.

Namun, bagaimana cara kerja mesin diesel itu ? apakah sama dengan mesin bensin ?

Kita akan bahas secara mendalam diartikel ini.

Pengertian Mesin Diesel

Sekedar pengetahuan saja, mesin diesel ditemukan oleh seorang insinyur Jerman bernama Rudolf Diesel. Mesin ini masuk dalam kategori internal combustion engine yang menggunakan solar sebagai bahan bakar.

Internal combustion engine, merupakan kelompok engine yang melakukan pembakaran didalam mekanisme engine. Sementara kelompok lainnya, yakni external combustion engine melakukan pembakaran di tempat yang terpisah dengan mekanisme mesin, contohnya mesin uap yang pembakarannya terjadi didalam tungku khusus.

Tapi pada mesin diesel bukan bahan bakar solarnya yang mencolok. Mesin diesel, dikenal dengan kemampuan self ignition yang dimiliki.

Self ignition adalah kemampuan terjadinya pembakaran tanpa pemicu. Sebagai pembanding, mesin bensin memerlukan busi sebagai pemicu agar terjadi pembakaran. Sementara mesin diesel, tak perlu busi. Hanya udara ditambah solar lalu dikompresi, pembakaran bisa terjadi.

Lalu bagaimana prinsip kerja mesin diesel ? apa sama seperti mesin bensin ?

Secara umum, langkah-langkah dalam siklus kerja mesin diesel sama dengan mesin bensin. Mesin diesel juga memiliki versi 2 tak dan 4 tak.

A. Mesin diesel 2 tak

Mesin diesel dua tak, adalah mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) yang hanya memiliki dua langkah kerja dalam satu siklus mesin untuk membuat mesin bekerja secara berkesinambungan.

Prinsip kerja mesin diesel 2 tak, yakni dengan hanya menggunakan dua langkah dimana setiap langkah berlangsung selama setengah putaran engkol. Dengan kata lain, mesin diesel 2 tak menghasilkan satu siklus sempurna dengan hanya satu putaran engkol.

Lalu apa saja 2 langkah itu ?

Sebelum kita membahas secara rinci cara kerja diesel 2 tak, setidaknya anda perlu memahami komponen utama dalam mesin diesel 2 tak ini.

  • Piston, berfungsi sebagai pengatur volume ruang bakar
  • Blok silinder, merupakan tabung tempat bergeraknya piston
  • intake manifold, sebagai saluran penyalur udara intake
  • blower/turbocharger, untuk mendorong udara agar masuk kedalam ruang bakar
  • injektor, sebagai media memasukan solar dari tanki ke ruang bakar
  • exhaust valve, berfungsi sebagai katup buang
  • exhaust manifold, berfungsi sebagai saluran gas buang mesin
1. Transfer stroke

Kami menyebutnya transfer stroke karena pada langkah ini, terjadi perpindahan material. Awalnya, piston bergerak dari TMA (titik mati atas) ke TMB (titik mati bawah). Hal ini menyebabkan pembesaran volume ruang bakar.

Karena piston bergerak ke bawah, maka intake manifold akan terbuka. Sehingga udara yang sudah didorong oleh turbocharger, langsung masuk dan memenuhi ruang bakar.

2. Power stroke

Langkah berikutnya, setelah piston mencapai TMB piston kembali bergerak ke atas. Saat piston bergerak keatas, dinding piston akan menutup saluran intake manifold. Sehingga udara yang sudah memenuhi ruang bakar tidak bisa lagi memiliki akses keluar.

Disisi lain, pergerakan piston dari TMB ke TMA, membuat volume ruang bakar mengecil. Pengecilan volume ini membuat tekanan udara yang ada didalam ruang bakar semakin meningkat.

Saat piston sampai ke TMA, volume ruang bakar akan sangat kecil sehingga suhu dan tekanan udara didalam ruang bakar bisa sangat tinggi. Pada momen ini, injektor menyemprotkan sejumlah solar kedalam ruang bakar yang dipenuhi oleh udara bersuhu dan bertekanan tinggi tersebut.

Hasilnya, solar langsung terbakar karena temperatur udara didalam ruang bakar sudah diatas titik nyala solar. Hasil pembakaran solar ini yakni ekspansi yang mendorong piston bergerak ke TMB.

Ketika piston bergerak ke TMB, katup exhaust membuka sehingga sisa gas buang memiliki akses keluar melalui exhaust manifold. Disisi lain, ketika piston mulai mencapai TMB intake manifold akan terbuka. Dorongan udara bersih dari intake akan mendorong gas sisa pembakaran keluar lebih cepat.
Advertisement

Setelah itu, piston kembali bergerak ke TMA dan pembakaran terjadi lagi. Begitulah seterusnya siklus mesin diesel 2 tak. Siklus ini menghasilkan satu kali pembakaran tiap putaran engkol, sehingga RPM mesin bisa lebih stabil namun sangat boros.

B. Mesin Diesel 4 Tak

Mesin diesel 4 tak adalah internal combustion engine yang memiliki empat langkah (4-stroke) dalam satu siklusnya. Ini sangat mirip dengan mesin bensin 4 tak, sehingga sulit untuk membedakan dalam keadaan bongkaran mana mesin bensin dan mana mesin diesel.

Prinsip kerja mesin diesel 4 tak, yakni menghasilkan satu pembakaran tiap siklus dimana persiklus terdapat empat langkah. Setiap langkah berlangsung selama setengah putaran engkol, sehingga bisa dikatakan mesin diesel 4 tak menghasilkan satu putaran dalam dua kali putaran engkol.

Biasa, anda harus memahami komponen dasar mesin diesel 4 tak supaya lebih jelas

  • Piston
  • Kepala silinder, semua sirkulasi udara (baik udara bersih/gas buang) ada didalam kepala silinder
  • Blok silinder, bentuk blok silinder 4 tak tidak memiliki lubang intake (seperti 2 tak)
  • Katup hisap, berfungsi sebagai katup masuk udara ke ruang bakar
  • Intake manifold, saluran udara bersih menuju ruang bakar
  • Katup buang, berfungsi sebagai katup buang gas sisa pembakaran
  • Exhaust manifold, adalah saluran gas buang ke knalpot
  • Injektor
1. Langkah hisap

Langkah hisap berlangsung saat piston bergerak dari TMA ke TMB, ini menyebabkan pembesaran volume. Saat langkah ini katup hisap terbuka, sehingga pembesaran volume ruang bakar akan menghisap udara bersih yang ada pada intake manifold.

2. Langkah kompresi

Langkah kompresi berlangsung setelah langkah hisap dimana piston bergerak dari TMB ke TMA untuk memperkecil volume ruang bakar, saat ini kedua katup (baik katup hisap atau buang) tertutup rapat. Sehingga pengecilan ruang bakar berimbas pada peningkatan suhu dan tekanan udara didalam ruang bakar.

3. Langkah usaha

Langkah usaha terjadi diakhir langkah kompresi (saat piston mencapai TMA) pada titik ini, volume ruang bakar menjadi sangat kecil. Sehingga suhu dan tekanan udara ada pada posisi tinggi-tingginya.

Saat ini pula, injektor menyemprotkan sejumlah solar kedalam ruang bakar yang berisi dengan udara bertekanan dan bersuhu tinggi. Hasilnya solar terbakar seketika karena suhu udara melebihi titik nyala solar.

Hasil dari pembakaran tersebut berupa ekspansi yang mendorong piston bergerak ke TMB

4. Langkah buang

Langkah buang berlangsung seusai piston terkena ekspansi pembakaran (piston mencapai TMB). Piston bergerak dari TMB ke TMA dengan katup buang terbuka, gerakan piston keatas (pengecilan volume) akan mendorong gas sisa pembakaran keluar dari dalam ruang bakar menuju exhaust manifold.

Setelah piston mencapai TMA, katup buang tertutup, piston kembali bergerak ke TMB dan katup buang terbuka. Lalu, siklus selanjutnya kembali berlangsung.

Jadi kesimpulannya

Mesin diesel 2 tak dan 4 tak memiliki beberapa persamaan antara lain ;

  • Memiliki piston yang sama-sama bergerak naik turun
  • Sama-sama menggunakan udara dan solar sebagai material pembakaran
  • Sama-sama menggunakan daya ekpansi yang mendorong piston sebagai tenaga utama mesin
  • Sama-sama menggunakan mekanisme engkol untuk mengubah gerakan naik turun piston menjadi gerakan putaranSementara perbedaannya, ada pada ;
  • Panjang siklus mesin 2 tak hanya satu putaran, sementara mesin 4 tak dua putaran
  • Mesin diesel 2 tak hanya memiliki satu katup sementara 4 tak memiliki dua
  • Blok silinder 2 tak memiliki lubang intake, sementara 4 tak tidak ada

Selebihnya, mungkin anda bisa menambahkan kesimpulan sendiri. Sekian semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

Berikut kami lampirkan video engine diesel:

Tips Pemeliharaan Wheel Loader

Tips Pemeliharaan Wheel Loader

4 LANGKAH UNTUK PEMELIHARAAN WHEEL LOADER ANDA

Di luar keterampilan pengoperasian, operator wheel loader berpengalaman harus memiliki pengetahuan luas dalam pemeliharaan harian. Perawatan harian tidak hanya membantu memperpanjang masa pakai alat berat dan meningkatkan waktu kerja, tetapi juga membantu meningkatkan produktivitas.

Saya merekomendasikan melakukan perawatan dan inspeksi harian pada empat waktu utama: sebelum memulai mesin, saat peralatan sedang melakukan pemanasan, selama operasi dan selama mesin mati. Ikuti daftar bermanfaat ini untuk mendapatkan hasil maksimal dari pemuat beroda Anda.

1. Pemeriksaan

prestart Pemeriksaan prestart harus yang paling teliti dan melibatkan Anda. Pemeriksaan pejalan kaki sebelum Anda mulai membantu menentukan apakah ada bagian yang rusak, longgar atau aus, kebocoran cairan atau masalah lainnya. Merupakan ide bagus untuk mengembangkan daftar hal-hal yang harus dicari setiap kali Anda menggunakan peralatan. Beberapa item utama yang perlu diperiksa antara lain:

  • Tekanan ban dan kerusakan ban
  • Bagian yang longgar, aus atau rusak
  • Sabuk kipas aus dan tegang
  • Koneksi baterai untuk korosi
  • Kebocoran oli atau cairan pendingin
  • Oli mesin dan level cairan vital lainnya
  • Gemuk mesin sesuai dengan rekomendasi pabrikan
  • Pastikan cermin disesuaikan dan jendela dan cermin bersih

Memastikan sistem filter udara bersih memainkan peran besar dalam tingkat keausan engine dan kinerja engine, jadi jika loader Anda dilengkapi dengan precleaner udara, luangkan waktu untuk membuang debu atau puing berlebih yang menumpuk. Sebagai langkah terakhir sebelum memulai loader Anda, catat pembacaan meteran jam. Pemantauan ini membantu Anda menentukan kapan pemeliharaan berkala diperlukan.

2. Memanaskan Unit

Dengan membiarkan mesin bekerja selama lima hingga 10 menit saat dinyalakan – bahkan dalam cuaca panas – memungkinkan tekanan oli untuk membangun dan melumasi bagian-bagian mesin yang bergerak. Pemanasan juga memungkinkan sistem pendingin mencapai suhu operasi yang tepat. Jika Anda mendengar sesuatu yang tidak biasa selama pemanasan mesin, matikan dan coba temukan masalahnya. Setelah pemanasan, pastikan tangki bahan bakar penuh dan pengukur bahan bakar berfungsi. Pastikan juga sistem listrik sedang diisi, dan tekanan dan temperatur oli sama-sama membaca di zona aman. Sebagai langkah terakhir sebelum mulai bekerja, uji rem dan gerakkan ember melalui serangkaian operasi normal.

3. Saat Anda bekerja

Pastikan untuk terus memantau kinerja peralatan selama operasi; dengarkan suara-suara yang tidak biasa, periksa semua alat pengukur dan waspadai segala perubahan yang mungkin muncul pada layar operator. Mempertahankan kapasitas bucket yang tepat menghilangkan beban berlebih pada alat berat, membantu mengontrol tumpahan yang meminimalkan kerusakan ban, dan tentunya akan menguntungkan produktivitas Anda. Memaksa terlalu banyak ke dalam bucket dapat menyebabkan ban berputar (kerusakan ban), waktu siklus lebih lambat, kehilangan produksi, dan konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi.

4. Pematian rutin

Cobalah memarkir mesin di permukaan tanah, turunkan bucket ke tanah, dan gunakan rem parkir. Biarkan mesin Anda diam selama sekitar tiga hingga lima menit sebelum dimatikan untuk memungkinkan pengisi daya turbo menjadi dingin dengan benar. Setelah Anda mati, catat jam mesin pada meteran jam dengan waktu mulai yang direkam. Ini juga merupakan ide yang baik untuk mempersiapkan loader Anda untuk pekerjaan hari berikutnya dengan membersihkan kotoran dan puing-puing, dan dengan mengisi tangki bahan bakar dan tangki DEF untuk meminimalkan risiko kondensasi di dalam tangki.

Manajemen Bahan Bakar

Manajemen Bahan Bakar

MANAJEMEN BAHAN BAKAR PADA ALAT BERAT

Solar atau bensin (aliphatic hydrocarbon) merupakan bahan bakar hidrokarbon tak terbarukan yang terbuat dari minyak bumi. Terbentuk dari sisa tanaman dan binatang (diatom) yang hidup ratusan juta yang disebut fosil. Dengan tekanan ekstrim dan suhu tinggi, sisa organisme ini akan menjadi campuran hidrokarbon cair (senyawa kimia organik dari hidrogen dan karbon) yang kita sebut sebagai minyak mentah.

Banyak pemilik Excavator, traktor, dan alat berat sejenis ditanah air tidak mengerti, bahwa dalam struktur kimiawi bahan bakar terkandung unsur molekul yang disebut “Energi Potensial”, Disaat bahan bakar meninggalkan kilang minyak ( Refinery ) maka bahan bakar tersebut mengalami perubahan penurunan ( degradasi ) kualitas dan kehilangan energy potensialnya yang disebabkan oleh proses oksidasi dan pertumbuhan mikroorganisme. Dengan masa penyimpanan yang lama dan pengaruh lingkungan maka bahan bakar akan berubah menjadi semacam pernis yang mengental pekat. Sehingga output dari kualitas bahan bakar bilamana masuk dalam ruang pembakaran mesin menghasilkan performa kualitas sebagai berikut:

1. Pembakaran terbuang sia-sia melalui pipa knalpot  
2. Hasil pembakaran tidak maksimal 
3. Pembakaran hanya menciptakan tingginya emisi 
4. Tarikan gas jadi berat tapi tenaga mesin melemah
5. Otomatis bahan bakar jadi boros terbuang percuma
6. Menciptakan kerak karbondioksida pada ruang bakar mesin
7. Injector atau Piranti sparepartmesin jadi rusak
8. Dalam waktu singkat mesin pasti bermasalah
 

Minyak diesel untuk alat berat sebaiknya menggunakan jenis High Speed Diesel (HSD) Atau jenis minyak diesel performa tinggi. Solar jenis ini mampu menggerakkan mesin diesel alat berat yang bekerja pada putaran tinggi (di atas 1000 RPM).

Diesel Commonrail Direct Injection adalah kategori mesin ber-rasio kompresi tinggi (tekanan tinggi 17,0:1) tidak dibenarkan pakai minyak diesel performa rendah. Hanya dibenarkan pakai minyak solar performa tinggi, yaitu solardex atau biosolar include penyempurna solar. Spesifikasi minyak diesel performa tinggi: angka cetana yaitu minimal 48, Sulphur content maksimal di 0,35%, partikulat maksimal 10 mg/l. Angka cetana berkaitan dengan kemampuan bahan bakar terhadap putaran mesin yang tinggi. Sulphur content untuk emisi dan kesehatan catalytic converter, particulate untuk menilai tingkat kebersihan bahan bakar

Akibat pakai minyak diesel performa rendah: tarikan jadi berat, keluar asap hitam, otomatis solar jadi boros, injector cepat rusak, ruang bahan bakar penuh dengan kerak karbon, dampak terburuknya piston jebol dan injector buntu. Viskositas dan densitas secara langsung dikaitkan dengan performa mesin, emisi dan umur mesin. Viskositas dan densitas rendah mengurangi output power, karena fuel juga harus berfungsi sebagai pelumas terhadap komponen-komponen fuel system. Jika kinematic viscosity lebih rendah daripada 1.4 cSt akan mempercepat kerusakan (scuffing dan seizure) pada pompa injeksi, injector, dll. Interval viscosity dan density yang dianjurkan adalah: Bila tidak memungkinkan pakai jenis solar tersebut diatas lantaran harganya mahal maka bisa dikonversi dengan teknologi alat katalisator logam

• Viscosity : 1.5cST — 4.5 cSt pada 400C 
• Density : 810 — 860 kg/m3 pada 15

 Sementara untuk perawatannya disarankan untuk mengganti oli mesinnya secara teratur sesuai jadwal. PT. United Tractors Tbk sebagai perusahaan distributor alat-alat berat terbesar tentunya juga menyediakan oli asli berkualitas baik dan sesuai dengan spesifikasi dan standar High speed Diesel seperti KGO komatsu oil yang bisa diaplikasikan pada semua unit komatsu. Jangan lupakan juga penggantian rutin filter udara, filter oli serta filter solarnya. United Tractors juga memberikan kemudahan perawatan dengan menawarkan paket oil drum beserta filter oli dengan harga yang terjangkau serta menyediakan layanan bengkel service seperti kalibrasi pompa injeksi dan nozel apabila dirasa performa mesin mulai menurun (umumnya dilakukan antara 50.000 km sampai dengan 100.000 km sekali). Hanya dengan melakukan hal ini maka mesin diesel akan selalu memberikan performa yang senantiasa maksimal.

Penggunaan minyak diesel performa tinggi (HSD) atau solar biasa include Katalisator converter adalah faktor utama dalam perawatan mesin alat berat. Hal ini karena dengan menggunakan minyak diesel berkualitas tinggi akan menjaga keawetan mesin.

Keuntungan menggunakan minyak diesel yang berkualitas:

1. Putaran mesin menjadi lebih ringan 
2. Injector otomatis terawat jadi awet 
3. Spare part menjadi lebih awet
4. Temperatur mesin terjaga, mesin tidak overheat 
5. Mesin tidak mengalami detonasi
6. Produktifitas terjaga, pekerjaan lancar

Tips Keselamatan Saat Menggunakan Alat Berat

Tips Keselamatan Saat Menggunakan Alat Berat

10 Tips Keselamatan Operator Alat Berat

Alat berat dapat membuat pemandangan yang sangat mengesankan dan menakutkan. Menyerupai binatang besar dari logam dan kawat, konstruksi ini memungkinkan manusia untuk menyelesaikan tugas yang seharusnya tidak mungkin dilakukan. Namun seperti halnya alat yang kuat, kehati-hatian harus diambil ketika menangani peralatan konstruksi.

Sangat penting untuk tetap aman saat menangani segala jenis alat berat termasuk lift, excavator, dll. Ini terutama berlaku jika Anda baru menangani alat berat dan mesin. Berikut adalah 10 tips untuk menjaga Anda, semua orang di sekitar Anda, dan peralatan tetap aman.

1. Pastikan Anda memiliki pelatihan yang tepat sebelum Anda mendapatkan peralatan.

Bahkan sebelum memasang peralatan, pastikan Anda tahu cara alat berat beroperasi. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan meninjau operasi dan pemeliharaan manual pabrikan. Pekerja yang tidak layak atau kurang terlatih menimbulkan bahaya bagi dirinya sendiri dan orang lain di lokasi kerja. Pastikan untuk merinci apa yang akan Anda lakukan dengan peralatan kepada profesional yang Anda sewa. Mereka akan penuh dengan saran yang diisi oleh para ahli.

2. Berhati-hatilah saat memasang unit konstruksi.

Apa cedera paling umum yang terkait dengan tempat kerja konstruksi? Batu bata yang jatuh? Crane terbalik? Pelaku pelarian? Sebenarnya cedera yang berhubungan dengan konstruksi yang paling umum adalah yang berasal dari masuk dan keluar unit. * Karena itu penting ketika menaiki unit untuk memastikan bahwa Anda mengenakan sarung tangan dan sepatu bot dan memiliki pegangan yang aman pada anak tangga kendaraan. Dalam kondisi hujan atau berlumpur, lakukan kewaspadaan tambahan saat memegang atau melangkah lebih sulit untuk digenggam.

3. Pastikan tidak ada orang di area operasi.

Orang suka menonton mesin konstruksi beraksi. Bahkan jika ini berarti berkerumun di sekitar backhoe karena tidak lebih dari menggali lubang. Setiap operator peralatan yang berpengalaman tahu ini menciptakan lingkungan berisiko tinggi ketika sekelompok penonton ada di sekitar alat berat yang kuat ini. Operator darat harus menjauhi alat berat yang beroperasi, untuk meminimalkan kemungkinan cedera pada diri mereka sendiri. Operator mesin harus menggunakan klakson atau saluran komunikasi untuk memperingatkan mereka yang ada di tanah agar tetap terang.

4. Selalu pakai alat pelindung.

Perlengkapan pelindung termasuk topi keras, kacamata, perlengkapan jatuh, dan banyak lagi. Selalu lebih baik menjadi proaktif daripada reaktif. Mengenakan alat pelindung adalah contoh utama dari ini. Dengan mengenakan alat pelindung diri (APD), pekerja konstruksi sangat mengurangi risiko kecelakaan umum di lokasi konstruksi. Peralatan pelindung umum termasuk rompi visibilitas tinggi, topi keras, sarung tangan, kacamata, dan peralatan pelindung jatuh. Meskipun mungkin terlihat rumit, tujuan dari roda gigi adalah untuk kesejahteraan pemakainya.

5. Jangan pernah melebihi muatan unit yang ditentukan.

Setiap mesin memiliki manual pabrik terkait untuk operasi dan pemeliharaan. Dalam dokumen ini, muatan maksimum yang dapat ditangani kendaraan diuraikan. Jangan pernah melebihi muatan alat berat karena hal ini sangat meningkatkan risiko kegagalan fungsi seperti gangguan mesin atau bahkan rollover mesin.

6. Saat mengoperasikan unit, kenakan sabuk pengaman Anda.

Meskipun mungkin tampak lebih berlaku untuk mengoperasikan mobil. Mantra mengenakan sabuk pengaman Anda juga berlaku untuk kendaraan konstruksi. Meskipun ada banyak pertahanan yang seharusnya tidak mengenakan sabuk pengaman, itu bisa menyelamatkan nyawa operator. Dalam hal terjadi rollover (di mana mesin konstruksi jatuh karena beberapa kerusakan), sabuk pengaman bisa menjadi satu-satunya penentu antara hidup dan mati.

7. Waspada saat mendukung kendaraan konstruksi.

Memajukan mesin besar ke depan bisa menimbulkan bahaya. Memindahkannya secara terbalik hanya meningkatkan risiko situasi. Saat memundurkan kendaraan, operator harus memastikan tidak ada penghalang atau orang di belakangnya. Untuk melakukan ini, operator perlu keluar dari kendaraan dan secara fisik memeriksa untuk memastikan perimeter aman. Selain itu, mengamati cermin sambil bergerak mundur harus memungkinkan operator untuk sadar situasi.

8. Waspadai penghalang di atas kepala atau tanah.

Banyak penghalang dapat menimbulkan risiko berbahaya bagi operator alat berat, beberapa di antaranya tidak mudah terlihat. Seorang operator harus sangat berhati-hati terhadap sulitnya melihat saluran listrik, jarak bebas overhead, atau saluran utilitas bawah tanah. Sebelum menggali, pastikan untuk melakukan riset lokasi untuk memastikan tidak ada pipa bawah tanah atau penghalang bawah tanah lainnya yang dapat menimbulkan risiko bagi operator mesin. Menghindari halangan umum ini dapat memastikan lokasi konstruksi aman dan tidak menimbulkan kerusakan tambahan.

9. Buka mata untuk melihat titik-titik buta kendaraan konstruksi.

Mari kita kembali ke analogi mobil. Seperti halnya mobil, kendaraan konstruksi memiliki area yang tidak dapat dilihat hanya dengan menggunakan cermin di kabin operator. Untuk mengukur secara akurat bahwa area-area ini bebas dari halangan atau manusia, operator harus secara fisik meninggalkan kabin dan melakukan inspeksi visual. Meskipun terlihat membosankan, inspeksi visual ini sangat mengurangi risiko kecelakaan yang terjadi di lokasi konstruksi.

10. Komunikasi adalah kunci.

Sistem komunikasi yang dirancang dengan baik adalah perlindungan terbaik terhadap kecelakaan terkait konstruksi. Baik melalui radio dua arah, walkie-talkie, atau sistem lain, komunikasi yang efektif sangat penting untuk mencegah kecelakaan di tempat kerja. Mengkomunikasikan status terkini dari situs konstruksi memungkinkan semua operator yang hadir untuk tetap mendapat informasi dan menghindari bahaya.